Dari Liga Guatemala, ke Jerman dan Britania

Dari Liga Guatemala, ke Jerman dan Britania

Udah lama gue gak nonton sepakbola eropa. Paling banter gue tau hasil-hasil
liga terkini dari Timeline Twitter.

Gue juga jarang Nobar, sekalinya nobar gini…

juki nobar

Dini hari tadi gue streaming liga Guatemala
yang mempertemukan MALACATECO dan XELAJÚ di Estadio Municipal Santa Lucía ,
markas Malacateco. Pertandingan antara penghuni papan tengah Liga Nacional
Guatemala ini dimenangkan Malateco dengan skor 3:2. Dua gol yang disarangkan
Chinchilla tidak mampu menyelamatkan Xelaju dari gol yang disarangkan
M. Castellanos an R. Mina (2 gol).

Xelaju menempati peringkat 6 klasemen dengan 16 poin, dan malacateco
masih di peringkat 9.

Di benua lain, sedang ada dua laga besar yang juga tengah digelar.
Di tanah Jerman FC Hollywood menjamu Shaktar Donetsk. 7 Gol bersarang
di jala gawang Shakhtar, namun Shaktar timnya penyabar. Biar Tuhan
yang membalas, mungkin begitu yang mereka pikirkan. Jadi mereka berbaik
hati, membiarkan Neuer Ongkang-ongkang kaki, sambil nyemil chiki.

Usai menonton Liga Gautemala gue gak sabar buat nunggu shubuh. Bukan,
bukan ngebet ibadah, tapi ngebet tidur. Sementara nunggu waktu gue
kemudian iseng menonton Chelsea melawan P$G. Pas gue mulai nonton waktu
sisa 10 menit. Eh, 1 menit kemudian Chelsea berhasil nyetak gol. Ada yang
aneh dengan Jumlah PSG yang tak lagi 11, pas gue telisik ternyata tak ada
lagi Ibrahimovic. Sejak awal laga Sang Ibra sudah diusir wasit ke kamar
ganti buat dengarin musik.

Gue gak mengidolakan salah satu dari dua tim ini, tapi hati kecil gue
malah ingin menjagokan PSG khusus laga ini. Soalnya pemainnya dikit,
jadi secara kasat mata lebih lemah. Senang aja dukung tim yang butuh
berjuang lebih untuk menang. Karena menang mudah itu tak menyenangkan.

Ah tapi selang beberapa menit kemudian, lihatlah David Luiz, sang mantan
yang menjebloskan bola ke gawang Chelsea. Selebrasinya terlihat dari hati,
begitu tanpa beban. Satu gol yang membuat klubnya bisa bernafas lebih panjang.
Wajah Mourinho seperti berkata “Golnya mantan itu perih jenderal!”

Waktupun ditambahkan, ketika laga usai dengan agregat 2:2 dan jumlah
gol tandang yang seimbang.

Dan pasti betapa bahagianya fans chelsea ketika Thiago Silva melambaikan
tangan di dalam kotak pinalty. Mungkin saat itu tiago gak sengaja liatt
cewek cakep di Tribun, jadi melambaikan tangan modus buat bisa kenalan.
Bukannya ceweknya noleh, malah tangannya dibelai bola. Sebuah kesalahan
yang berbiji (berbuah sudah terlalu mainstream) tendangan dua belas pas.
Chelsea unggul lagi 2:1.

Hingga jeda PSG tak mampu berbuat banyak, lebih banyak ditekan ketimbang
menekan. Ah, gue liat banget ekspresi pas Thiago Silva istirahat minum akua.
Saking keselnya air akuanya numpang lewat doang, masuk mulut kanan
keluar mulut kiri. Itu aer apa nasehat.

Di babak kedua perpanjangan waktu, Silva membayar lunas kesalahannya.
Satu Gol bersarang dari kepalanya bersarang di gawang Chelsea. Gol
yang meembuat Mou terlihat seperti Mr. Bean.

Dan beginilah fans Chelsea kira-kira.


PSG pulang, (P)ulang dengan (S)enang dan (G)embira. dan Mourinho seperti
biasa, sibuk mencari kambing hitamnya.

Selamat jalan Chelsea, semoga diterima di sisi liga.Dan Ibra, akan
tetap bisa sombong dengan “Gak ada gue aja bisa menang, apalagi ada gue”.


Author Description

si Juki

Aktor Komik yang ngaku-ngaku Anti Mainstream padahal udah mainstream. Meskipun tiba-tiba menjadi pengamat sepak bola dadakan, ia cukup yakin kalau bumi ini bulat.